Musim Layang-Layang Sambut Datangnya Kemarau

Penadaran, 30 Juli 2020

[metaslider id=”1107″]

Indonesia telah mulai memasuki musim kemarau, demikian juga dengan daerah-daerah di wilayah Kabupaten Grobogan termasuk Desa Penadaran. Terlepas dari pandemi yang menimpa hampir seluruh wilayah di Indonesia, ternyata Desa Penadaran masih menyisakan sedikit keindahan yang dapat dirasakan. Itu adalah musim layang-layang yang sebagian besar didominasi oleh anak-anak usia sekolah.

            Pada umumnya anak-anak mendapatkan layang-layang  dari membeli dari warung. Tetapi bagi anak-anak di Desa Penadaran hal itu tidak berlaku, anak-anak ini lebih suka membuat sendiri layang-layang mereka. Selain lebih otentik atau orisinil membuat layang-layang sendiri dapat meningkatkan kreativitas anak-anak.

Anak-anak yang selama ini merasakan dampak dari pandemi virus corona dapat meluapkan perasaan dan kreativitas mereka. Karena di masa pandemi ini kegiatan belajar mengajar yang lazimnya dilakukan di sekolah untuk sementara ditiadakan dan digantikan dengan belajar dirumah. Hal ini membuat kemampuan motorik anak menjadi tidak tersalurkan, anak menjadi bosan dan yang lebih parah anak-anak akan lebih sering untuk bermain HP yang tentunya akan menimbulkan dampak yang tidak baikterhadap anak-anak. Dengan datangnya musim layang-layang, anak-anak tidak akan lagi menghabiskan waktu mereka untuk bermain HP. Bermain layang-layang akan membuat masa bermain mereka lebih menyenangkan. Selain bergembira Bersama teman-teman, bermain layang-layang juga dapat meningkatkan imun mereka, karena bermain layang-layang harus dilakukan di lahan terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *